Pemkab Sumenep Genjot PAD dari Pariwisata, Pajak, dan UMKM

8 jam yang lalu 11
KM/IST | GALI POTENSI: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong penguatan PAD Sumenep melalui optimasi pariwisata, kepatuhan pajak kendaraan bermotor, dan pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membidik sektor pariwisata, pajak kendaraan bermotor, dan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat pendapatan original wilayah (PAD). Optimalisasi tiga sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memperluas perputaran ekonomi di tengah masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan peningkatan PAD menjadi bagian krusial dalam memperkuat kemandirian fiskal sekaligus memberikan ruang nan lebih besar bagi pemerintah wilayah untuk membiayai pembangunan.

“Kami terus berupaya meningkatkan PAD dengan mengoptimalkan beragam sektor nan menjadi potensi daerah,” katanya.

Salah satu sektor nan dinilai mempunyai potensi besar adalah pariwisata. Menurut Fauzi, pengembangan sektor tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan pengaruh berganda terhadap upaya kuliner, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

“Pariwisata terus kami sorong lantaran dampaknya bukan hanya terhadap kunjungan wisatawan, tetapi juga terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain pariwisata, Pemkab Sumenep mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam bayar pajak kendaraan bermotor melalui sinergi dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu aspek krusial dalam mengoptimalkan penerimaan nan nantinya kembali digunakan untuk mendukung pembangunan.

“Kesadaran masyarakat untuk bayar pajak juga menjadi bagian krusial dalam mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Pemkab juga menjadikan penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi tersebut. Pelaku upaya lokal bakal terus didorong agar bisa berkembang dan naik kelas sehingga aktivitas ekonomi semakin merata di tengah masyarakat.

“UMKM bakal terus kami tingkatkan lantaran sektor ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat,” kata Fauzi.

Menurutnya, upaya meningkatkan PAD tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya penerimaan daerah. Optimalisasi pendapatan kudu melangkah beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kualitas pelayanan publik.

Semakin besar keahlian Sumenep menggali potensi wilayah secara mandiri, kata Fauzi, semakin luas pula ruang fiskal nan dapat digunakan untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita mau pembangunan di Sumenep terus melangkah dan manfaatnya betul-betul kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. (ara/waw)

Prof AQ

Selengkapnya