Launching El Cafe, Rektor UTM Dorong Hilirisasi Riset dan Kewirausahaan Mahasiswa

1 hari yang lalu 16

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi meluncurkan kafe milik kampus nan diberi nama El Cafe, Kamis (27/8/2026). Kafe nan berada di lantai 1 Gedung Rektorat UTM ity mengusung tagline “Where Innovation Meets Coffee”.

Dengan nilai nan ramah di kantong, mulai Rp10 ribu, El Cafe diharapkan tidak sekadar menjadi tempat makan dan minum. Kehadirannya juga diarahkan untuk mendorong penemuan di lingkungan kampus agar tidak berakhir pada aktivitas akademik maupun publikasi ilmiah.

Pemanfaatan ruang di lantai satu Gedung Rektorat itu menjadi salah satu langkah UTM dalam mendorong hilirisasi hasil riset sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Rektor UTM, Safi’, nan meresmikan langsung El Cafe, mengapresiasi inisiatif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Lembaga Pengembangan dan Pengelolaan Usaha (LPPU) nan mengembangkan ruang tersebut menjadi kafe.

“Saya tentu apresiasi atas inisiatif teman-teman LPPM dan LPPU nan memanfaatkan space di lantai satu rektorat untuk dijadikan semacam kafe,” ujarnya.

Rektor Safi’ menegaskan, keberadaan El Cafe tidak semata-mata ditujukan sebagai tempat makan dan minum. Lebih dari itu, akomodasi tersebut diharapkan mempunyai kegunaan akademik sekaligus mendukung penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

Salah satu kegunaan utamanya adalah menjadi sarana hilirisasi hasil penelitian dan penemuan dosen. Produk nan dihasilkan melalui riset diharapkan tidak hanya berhujung dalam corak publikasi ilmiah, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dipasarkan kepada masyarakat.

“Riset penemuan tidak hanya berakhir di publikasi, tapi juga ada hilirisasi. Kita awali lakukan hilirisasi sendiri melalui kita pasarkan produk-produk riset penemuan itu melalui kafe nan kita miliki,” jelasnya.

Rektor Safi’ menambahkan, El Cafe juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pengajar dan mahasiswa untuk mengembangkan disiplin keilmuan melalui praktik langsung. Mahasiswa nantinya dapat dilibatkan dalam pengelolaan kafe sehingga mendapatkan pengalaman nyata dalam menjalankan usaha.

“Harapannya juga bisa melatih para mahasiswa, khususnya jiwa entrepreneurnya, melalui dilibatkan dalam pengelolaan kafe,” imbuhnya.

Menurut Safi’, pengalaman itu krusial agar mahasiswa tidak hanya mempunyai keahlian akademik setelah lulus, tetapi juga mempunyai keberanian dan keahlian untuk mengembangkan upaya secara mandiri.

Keterlibatan langsung dalam pengelolaan kafe diharapkan membikin mahasiswa terbiasa menghadapi beragam aspek bisnis, mulai dari pengelolaan hingga pelayanan.

“Kalau sudah lulus, mereka sudah nggak canggung, sudah nggak bingung lagi, lantaran sudah terlatih untuk mengelola upaya sendiri,” ujarnya.

Selain mendukung aspek akademik dan kewirausahaan, keberadaan El Cafe juga menjadi bagian dari upaya UTM mengembangkan sumber pendapatan institusi.

Sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), UTM dituntut tidak hanya bisa mengelola anggaran secara efektif, tetapi juga mengembangkan sumber pendapatan melalui beragam aktivitas produktif dan inovatif.

Rektor Safi’ menilai, hilirisasi hasil riset dan pengembangan unit upaya dapat menjadi salah satu pengganti untuk memperkuat kemandirian pendanaan kampus.

“Kita ini sudah BLU, dituntut tidak hanya bisa menghabiskan anggaran tapi juga gimana bisa menghasilkan anggaran,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar penemuan dan produktivitas di lingkungan kampus terus dikembangkan. Sumber pendapatan UTM ke depan diharapkan tidak hanya berjuntai pada iuran mahasiswa, tetapi juga berasal dari aktivitas hilirisasi Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kita harapannya tidak hanya mengandalkan iuran dari mahasiswa, tapi kita juga punya sumber-sumber pendapatan dari kegiatan-kegiatan hilirisasi dari Tridharma kita,” ungkapnya.

El Cafe juga disiapkan sebagai ruang hubungan nan lebih terbuka. Tidak hanya mahasiswa dan dosen, pihak luar juga diperbolehkan memanfaatkan tempat tersebut untuk pertemuan maupun diskusi.

Rektor Safi’ apalagi mendorong agar sejumlah pertemuan informal antara ketua universitas dengan tamu alias mitra dapat dilakukan di ruang tersebut.

“Bahkan pihak luar pun boleh,” tegasnya.

Dia membayangkan El Cafe ke depan dapat menjadi pengganti ruang pertemuan bagi ketua UTM, termasuk para wakil rektor dan pejabat lainnya, sehingga hubungan tidak selalu berjalan di ruang kerja formal.

“Barangkali kelak tamu-tamu, baik nan direktur, para wakil rektor dan ketua lainnya nan ada di rektorat itu kelak nemuinya, nggak usah di ruangannya, bisa di sini,” ujarnya.

Rektor Safi’ juga membuka kesempatan pengembangan El Cafe dan produk-produk penemuan UTM agar dapat menjangkau pasar di luar lingkungan kampus.

Menurutnya, pengembangan tersebut sangat terbuka. Namun, untuk tahap awal, UTM bakal terlebih dulu mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya di lingkungan internal kampus.

“Oh, sangat terbuka. Hanya nan jelas kita optimalkan di dalam,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya